Berawal dari gitar listrik Ibanez yang Demian "salah satu personil Band Indonesia" beli dari toko peralatan musik di kota St Petersburg Rusia saat ia membersihkan dengan mengelap gitar nya melihat sebuah tulisan "Made In Indoneisa" sontak ia memberitahukan kepada teman yang lainnya memutuskan untuk memberi nama band nya dengan nama "Indonesia".

Mereka pun setuju dengan nama Indonesia karena ada unsur Indie dalam nama Indonesia kata Alexander pemain bass betot " itu karena kami bagian dari band Indie katanya".

Selain itu mereka pun dapat melantunkan lagu-lagu nasional Indonesia seperti " Rayuan Pulau Kelapa" dengan fasih dan lantang. Yahh semoga saja Nama Indonesia lebih mendunia lagi dari berbagai macam aspek dan selama itu tidak melanggar peraturan yang ada.

Hingga kini band Indonesia asal Rusia tersebut banyak mendapatkan Job bermain di Indonesia mulai dari Jogya, Jakarta, sumatra dan daerah-daerah lainnya di Indonesia




1. Teori Steady State 

Teori ini berpendapat bahwa materi yang hilang melalui resesi galaksi-galaksi, karena pengembungan alam yang berlangsung terus menerus digantikan oleh materi yang baru saja tercipta sehingga alam semesta yang terlihat tetap berada dalam keadaan tidak berubah (stady state), artinya bahwa materi secara terus menerus tercipta diseluruh alam semesta. 

Teori ini sama sekali tidak menyebut peristiwa awal yang bersifat khusus pada waktu atau ruang. Tidak ada awal maupun akhir karena materi diperbarui secara terus menerus di satu tempat sementara di tempat lain dihancurkan. 

2. Teori Ekspansi dan Kontraksi 

Teori ini berpendapat bahwa ada suatu siklus di jagat raya. Satu siklus mengalami satu masa ekspansi dan satu masa kontraksi. Satu siklus diperkirakan berlangsung selama 30 milyar tahun. Dalam masa ekspansi terbentuklah galaksi-galaksi serta bintang-bintang di dalamnya. Ekspansi ini diakibatkan oleh adanya reaksi inti hydrogen yang pada akhirnya membentuk unsur-unsur lain yang komplek. 

Pada masa kontraksi, galaksi-galaksi dan bintang-bintang yang telah terbentuk meredup dan unsure-unsur yang telah terbentuk menyusut dengan mengeluarkan tenaga berupa panas yang sangat tinggi. Disebut juga Oscillating Theory (teori mengembang dan memampat). 

3. Teori Big – Bang 

Keberadaan awal pada peristiwa besar ini melengkapi ketidaktahuan manusia tentang awal mula alam semesta dan merupakan bahan dari spekulasi sesungguhnya yang mempunyai dasar kuat. 

Teori ini mengasumsikan sekitar 15 milyar tahun lalu dimulai dari ledakan yang dahyat dan dilanjutkan dengan pengambangan alam semesta. Point penting 9 

dari semua peristiwa ini adalah waktu, materi , energi dan ruang merupakan satu keterpaduan. Kejadian ini bukan ledakan biasa tetapi cukup memenuhi semua peristiwa dari ruang dengan semua partikel yang menjadi embrio alam semesta yang mendesak keluar dari masing-masing yang lain. 

Telah dijelaskan sebelumnya Big bang adalah teori ilmu pengetahuan yang menjelaskan perkembangan dan bentuk awal dari alam semesta. Ide sentral dari teori ini adalah bahwa teori relativitas umum dapat dikombinasikan dengan hasil pemantauan dalam skala besar pada pergerakan galaksi terhadap satu sama lain, dan meramalkan bahwa suatu saat alam semesta akan kembali atau terus. Konsekuensi alami dari Teori Big Bang yaitu pada masa lampau alam semesta punya suhu yang jauh lebih tinggi dan kerapatan yang jauh lebih tinggi. 

Teori Big-Bang juga dikenal teori Super Dense, menyatakan bahwa jika alam semesta mengembang pada skala tertentu, maka ketika kita pergi kembali ke dalam waktu, kelompok-kelompok galaksi akan semakin mendekat dan tentu akan sampai pada suatu saat di mana semua materi, energi dan waktu yang membentuk alam semeseta terkonsentrasi pada suatu tempat dalam bentuk gumpalan yang sangat padat ( super dense agglomeration). 

Dengan bekerja mundur , dari peringkat resesi galaksi-galaksi yang teramati, ditemukan bahwa galaksi-galaksi itu diduga telah berada berdekatan satu sama lain sekitar 12 milyar tahun yang lalu. Dipostulasikan bahwa saat ini ledakan hebat menyebabkan alam semesta mengembang 1030 kali atau lebih dari ukuran aslinya, sebagai akibatnya gumpalan yang sangat padat dari materi dan energi berserakan menjadi banyak bagian yang semuanya berjalan dengan kecepatan berbeda-beda ke arah berbeda-beda pula. 

Hasil dari ledakan ini berkondensasi membentuk benda-benda langit seperti yang ada sekarang. Pengembangan alam alam yang teramati ini merupakan kelanjutan dari proses ini. Teori berkonsentrasi pada peristiwa spesifik sebagai „awal‟ alam semesta dan 10 

menampilkan suatu evolusi progresif sejak titik itu hingga sekarang. Selama satu abad terakhir, serangkaian percobaan, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan teknologi mutakhir, telah mengungkapkan tanpa ragu bahwa alam semesta memiliki permulaan. 

Para ilmuwan telah memastikan bahwa alam semesta berada dalam keadaan yang terus mengembang. Dan mereka telah menyimpulkan bahwa, karena alam semesta mengembang, jika alam ini dapat bergerak mundur dalam waktu, alam semesta ini tentulah memulai pengembangannya dari sebuah titik tunggal. 

Sungguh, kesimpulan yang telah dicapai ilmu pengetahuan saat ini adalah alam semesta bermula dari ledakan titik tunggal ini. Ledakan ini disebut “Dentuman Besar” atau Big-bang.


Pada mulanya di Sulawesi Selatan berdiri beberapa kerajaan, diantaranya : Gowa, Tallo, Luwu, Bone dan Soppeng. Kerajaan Soppeng, Wajo dan Bone bergabung menjadi Tellum Pacceu. Kerajaan Gowa dan Tallo bergabung menjadi Kerajaan Makasar.

Gowa dan Tallo menjadi kerajaan Islam karena dakwah dari Datuk Ri Bandang dan Datuk Sulaiman dari Minangkabau. Setelah masuk Islam, raja Gowa, Daeng Manrabia bergelar Sultan Alaudin. Dan raja Tallo, Kraeng Mantoaya bergelar Sultan Abdullah, dengan julukan Awalul Islam. Gowa-Tallo berkembang pesat karena letaknya yang strategis ditengah-tengah lalu lintas pelayaran antara Malaka dan Maluku. Sehingga wilayah Makasar juga meliputi pulau-pulau sekitarnya sampai ke bagian Timur Nusatenggara.

1 Sultan Alaudin (1591-1639)

Pada masa pemerintahan Sultan Alaudin Makasar mengembangkan pelayaran dan perdagangan sehingga kesejahteraan rakyat meningkat. la juga dikenal sebagai sultan yang sangat menentang Belanda, hingga wafat pada tahun 1639. Ia digantikan putranya Sultan Muhammad Said

2. Sultan Muhammad Said (1639-1653)

Pada masa pemerintahan Muhammad Said, Makasar maju pesat sebagai bandar pelabuhan transito.  Muhammad Said juga pernah mengirimkan pasukan ke Maluku, untuk membantu rakyat Maluku yang sedang berperang melawan Belanda. Pengganti Muhammad Said adalah putranya bergelar Sultan Hasanuddin

3. Sultan Hasanuddin (1653-1669)

Hal itu ditentang oleh Belanda, karena hubungan Ambon dan Batavia terhalang oleh kekuasaan Makasar. Keberanian Hasanuddin memporak-porandakan pasukan Belanda di Maluku mengakibatkan Belanda semakin terdesak. Oleh karena keberaniannya itulah Belanda memberi julukan "Ayam Jantan dari Timur" kepada Sultan Hasanuddin

Politik Adu Domba Belanda di tanah Sulawesi

Dalam rangka menguasai Makasar, Belanda melakukan politik devide at impera. 
Kesempatan yang baik datang ketika pada tahun 1660 Raja Soppeng – Bone bernama Aru Palaka yang sedang memberontak kepada kerajaan Gowa. Karena merasa terdesak Aru Palaka meminta bantuan VOC. 

VOC yang dipimpin oleh Cornelis Speelman menyerang dari laut, sedangkan Aru Palaka dari darat. Makasar bertahan mati-matian untuk mempertahankan benteng Barombong dan benteng istana Sombopu. Sultan Hasanuddin akhirnya dapat dikalahkan dan harus menandatangani Perjanjian Bongaya pada tahun 1667.

Perjanjian Bongaya pada tahun 1667

1. Kompeni Dagang Belanda (VOC) memperoleh hak monopoli dagang di Makasar.
2. Belanda dapat mendirikan benteng di Makasar
3. Makasar harus melepaskan daerah-daerah jajahannya seperti Bone dan pulau-pulau di luar Makasar
4. Aru Palaka diakui sebagai Raja Bone

4. Sultan Amir Hamzah

Sultan Hasanuddin digantikan putranya bemama Imampasomba Daeng Nguraga, yang juga dikenal sebagai Sultan Amir Hamzah. la tidak mampu mempertahankan Makasar dari serbuan Belanda secara bertubi-tubi.


Berdirinya Kerajaan Islam Aceh.

Pada mulanya Aceh dikuasai oleh Kerajaan Pedie. Setelah Malaka jatuh ke tangan Portugis, 1511, banyak pedagang-pedagang Islam yang semula singgah di Malaka pindah ke Aceh. Pedagang India juga tidak lagi singgah di Malaka karena Portugis memungut bea cukai yang tinggi dan monopoli. 

Akibatnya pelayaran dan perdagangan di Aceh semakin ramai. Aceh semakin kaya dan semakin kuat untuk akhimya melepaskan diri dari Kerajaan Pedie

Para Pendiri Kerajaan 




1. Pendiri sekaligus raja pertama kerajaan Aceh adalah Sultan Ali Mughayat Syah atau Sultan lbrahim (1514 - 1528). 

Di bawah kekuasaannya Aceh berkembang dengan pesat dan wilayahnya semakin luas. Beberapa daerah di Sumatera Utara seperti Daya dan Pasai berhasil ditaklukkan. Bahkan sejak tahun 1515 Aceh sudah berani menyerang Portugis di Malaka dan juga menyerang Kerajaan Aru.

2. Sultan Salahuddin

Sultan Ali Mughayat Syah digantikan putranya bergelar Sultan Salahuddin (1528 - 1537). Ia tidak mampu memerintah Aceh dengan baik sehingga Aceh mengalami kemerosotan. Oleh karena itu ia digantikan saudaranya Sultan Alauddin Riayat Syah (1537 - 1568). Ia melakukan perubahan dan perbaikan di berbagai bidang serta melakukan perluasan kekuasaan. Setelah Sultan Alaudin meninggal Aceh mengalami masa suram. Pemberontakan dan perebutan kekuasaan sering terjadi. Keadaan ini berlangsung cukup lama sampai dengan Sultan lskandar Muda naik tahta (1607-1636 M).

3. Sultan Iskandar Muda

Di bawah pemerintahan Sultan lskandar Muda, kerajaan Aceh mencapai puncak kejayaannya. Kerajaan Aceh tumbuh menjadi kerajaan besar dan berkuasa atas perdagangan Islam di Selat Malaka, bahkan menjadi bandar transito yang menghubungkan dengan pedagang Islam di dunia barat. 

lskandar Muda beberapa melakukan penyerangan terhadap Portugis dan Kerajaan Johor di Semenanjung Malaka. Aceh juga menduduki daerah-daerah seperti Aru, Pahang, Kedah, Perlak dan Indragiri, sehingga wilayah Aceh sangat luas.



Keruntuhan Kerajaan Islam Aceh

Sultan lskandar Muda digantikan oleh menantunya yang bergelar Sultan lskandar Thani (1636 - 1641). la melanjutkan tradisi kekuasaan Sultan lskandar Muda, tetapi ia tidak lama memerintah karena wafat tahun 1641 M. Penggantinya, permaisurinya (Putri lskandar Muda), yang bergelar Putri Sri Alam Permaisuri (1641 - 1675). Sejak itu Kerajaan Aceh terus mengalami kemunduran dan akhimya runtuh karena dikuasai Belanda pada permulaan abad ke - 20.


Penjajah kolonialis Belanda adalah negara yang paling lama menduduki Indonesia. Hampir kurang lebih dari 3,5 abad negara yang wilayah daratannya lebih rendah dibanding lautan itu bercokol di tanah yang kaya akan rempah-rempah.

Banyak kisah yang harus kalian ketahui tentang negara ini " Belanda" orang Indonesia menyebutnya silahkan kalian baca artikel dibawah ini yang membahas mulai dari awal masuk sampai mereka mendirikan perusahaan dagang terbesar di eropa hingga kaya raya.

Latar Belakang Kedatangan Belanda Di Indonesia

Pada mulanya pedagang-pedagang Belanda membeli rempah-rempah dari Lisabon (Lisboa), Portugis. Kemudian terjadilah perang 80 Tahun (Perang kemerdekaan Belanda terhadap Spanyol). Belanda berhasil melepaskan diri dari kekuasaan Spanyol.

Pada tahun 1580 Raja Philip dari Spanyol berhasil mempersatukan Spanyol dan Portugis. Sehingga Belanda tidak dapat lagi mengambil rempah-rempah dari Lisabon. Hal inilah yang mendorong Belanda mulai mengadakan penjelajahan samudra untuk mendapatkan daerah asal rempah-rempah

Datangnya Cornelis De Houtman

Pada bulan April 1595, Cornelis de Houtman dan De Keyzer dengan 4 buah kapal memimpin pelayaran menuju Nusantara. Pelayaran tersebut menempuh rute : Belanda – Pantai Barat Afrika – Tanjung Harapan – Samudra Hindia – Selat Sunda – Banten. Selama dalam pelayaran itu selalu berusaha menjauhi jalan pelayaran Portugis. Pada bulan Juni 1596 pelayaran yang dipimpin oleh De Houtman berhasil berlabuh di Banten.

Pada mulanya kedatangan Belanda disambut dengan baik oleh masyarakat Banten. Belanda diharapkan dapat memajukan perdagangan dan membantu penyerangan ke Palembang oleh Raja Maulana Muhammad. Tetapi belakangan timbul ketegangan antara masyarakat Banten dengan Cornelis de Houtman disebabkan sikap Houtman yang kaku. Houtman hanya mau membeli rempah-rempah pada musim panen. Bila musim paceklik ia tidak mau beli. Maka Houtman diusir dari Banten dengan membawa sedikit rempah-rempah. Namun Houtman disambut dengan gegap gempita. Ia dianggap sebagai pelopor pelayaran menemukan jalan laut ke Indonesia.

Kedatangan Jacob Van Neck dan Wybrecht Van Waerwyck 

Tanggal 28 Nopember 1598 rombongan baru dari negeri Belanda dipimpin oleh Jacob Van Neck dan Wybrecht Van Waerwyck dengan 8 buah kapal tiba di Banten. Saat itu hubungan Banten dengan Portugis sedang buruk, sehingga kedatangan Belanda diterima dengan baik. Karena sikap Van Neck yang pandai mengambil hati pembesar Banten, maka tiga buah kapalnya penuh dengan muatan. 
Lima buah kapal yang lain menuju Maluku, juga diterima dengan baik, karena Belanda dianggap sebagai musuh Portugis.

Latar belakang berdirinya Verenigde Oost Indische Compagnie (VOC) 



Keberhasilan ekspedisi Belanda dalam perdagangan rempah-rempah mendorong pengusaha Belanda lain berdagang ke Indonesia. Akibatnya terjadilah persaingan antara pedagang-pedagang Belanda sendiri. Padahal mereka juga harus menghadapi persaingan dengan Portugis, Spanyol dan Inggris. Akibatnya mereka saling menderita kerugian. 

VOC terbentuk Atas prakarsa dari dua tokoh Belanda, yaitu : Pangeran Maurits dan Johan van Olden Barnevelt, Tahun 1602 kongsi-kongsi dagang Belanda dipersatukan menjadi sebuah kongsi dagang besar bernama VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie). Pengurus pusat VOC terdiri dari 17 orang. Pada tahun 1602 VOC membuka kantor pertamanya di Banten yang dikepalai oleh Francois Wittert.

Tujuan Didirikannya VOC

1. Untuk menghindari persaingan tidak sehat antara sesama pedagang Belanda sehingga keuntungan maksimal dapat diperoleh.
2. Untuk memperkuat posisi Belanda dalam menghadapi persaingan dengan bangsa-bangsa Eropa lainnya maupun dengan bangsa-bangsa Asia.
3. Untuk membantu dana pemerintah Belanda yang sedang berjuang menghadapi Spanyol yang masih menduduki Belanda.

Kelebihan dari VOC

Pada tahap awal VOC belum memiliki kelebihan dari segi modal, kapal, personal maupun persenjataannya dibandingkan kongsi-kongsi dagang bangsa-bangsa Eropa lainnya. Akan tetapi VOC memiliki satu kelebihan yaitu tata kerja yang rapi dan terkontrol dalam sebuah organisasi yang kuat. 
Kelebihan tersebut sangat menentukan keberhasilan VOC pada masa-masa berikutnya.

Hak Octroi yang diberikan dari Pemerintah Belanda pada VOC

1. Monopoli perdagangan
2. Mencetak dan mengedarkan uang
3. Mengangkat dan memberhentikan pegawai
4. Mengadakan perjanjian dengan raja-raja
5. Memiliki tentara sendiri untuk mempertahankan diri
6. Mendirikan benteng
7. Menyatakan perang dan damai
8. Mengangkat dan memberhentikan penguasa-penguasa setempat

Hak Octroi berlaku untuk masa 20 tahun dan bisa diperpanjang. Selama 1602 sampai 1799 hak octroi telah diperpanjang 30 kali. Hak Octroi ini berlaku diantara dua benua yaitu benua Amerika dan Afrika, antara selat Magelhaens dan Cabo Bona Esperansa (Afrika Selatan). Pelaksanaan hak octroi ini menimbulkan protes dari negara-negara lain.

Benteng Pertama yang didirikan VOC di Banten


Dengan hak octroi itu tahun 1605 VOC berhasil merampas benteng Portugis di Ambon. 
Tahun 1609 VOC berhasil mendirikan Loji di Banten. Tahun 1610 VOC untuk pertama kalinya mengangkat Gubernur Jendral yaitu Pieter Both (1610 – 1614) yang berkedudukan di Ambon. 
Tetapi VOC beranggapan bahwa Ambon letaknya terlalu jauh dari Selat Malaka sehingga kurang strategis. Oleh karena itu perhatian VOC tertuju ke Jayakarta untuk dijadikan pangkalan dagang utamanya.

J.P Coen Menduduki Jayakarta

Ketika itu Jayakarta yang dipimpin Wijayakrama sedang berselisih dengan negeri induknya, yaitu Banten yang dipimpin Ranamanggala. Pertentangan itu dimanfaatkan oleh Gubernur Jendral Jan Pieterzoon Coen. Sehingga tahun 1619 J.P. Coen berhasil merebut Jayakarta. Orang Banten di Jayakarta diusir dan kota Jayakarta dibakar. Tanggal 30 Mei 1619 J.P. Coen mengganti nama Jayakarta menjadi Batavia, sesuai nama nenek moyang orang Belanda yaitu bangsa Bataaf. 
Batavia dijadikan markas besar VOC.

Perluasan wilayah oleh VOC

Keberadaan markas besar VOC di Batavia memperkuat kedudukan VOC. Sehingga usaha VOC untuk menguasai wilayah perdagangan rempah-rempah yang lebih luas di Nusantara semakin mudah. Pusat-pusat perdagangan yang berhasil dikuasai VOC diantaranya Malaka (1641), Padang (1662), Makasar (1667) dan Banten (1684). VOC juga menguasai daerah pedalaman Banten dan Mataram yang banyak menghasilkan beras dan lada.

Para Gubernur Jenderal VOC


1. Jan Pieterzoon Coen (1619 – 1629)

Ia dikenal sebagai pendiri kota Batavia. Ia dikenal pula dengan rencana kolonisasinya dengan memindahkan orang-orang Belanda bersama keluarganya ke Indonesia.

2. Antonio Van Diemen (1636 – 1645)

Ia berhasil memperluas kekuasaan VOC ke Malaka tahun 1641. Ia juga mengirimkan misi pelayaran dipimpin oleh Abel Tasman ke Australia, Tasmania dan Selandia Baru.

3. Joan Maetsycker (1653 – 1678)

Ia berhasil memperluas wilayah kekuasaan VOC ke Semarang, Padang dan Manado.

4. Cornelis Speelman (1681 – 1684)

Ia berhasil mengalahkan Sultan Hasanuddin dari Makasar, memadamkan pemberontakan Trunojoyo di Mataram dan mengalahkan Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten

Sistem Pemerintahan VOC

Untuk memerintah wilayah-wilayah di Indonesia, VOC mengangkat seorang Gubernur Jendral yang dibantu oleh empat orang Raad Van Indie (Dewan India). Di bawah Gubernur Jendral terdapat beberapa Gubernur yang memimpin suatu daerah. Di bawah Gubernur terdapat beberapa Residen yang dibantu oleh Asisten Residen. Sedangkan pemerintahan dibawahnya lagi diserahkan kepada pemerintahan tradisional, yaitu raja dan bupati

Dalam melaksanakan pemerintahan VOC menerapkan sistem pemerintahan tidak langsung (Indirect Rule) dengan memanfaatkan sistem feodalisme yang sudah berkembang lama di Indonesia. Sehingga VOC dapat melaksanakan monopoli perdagangannya dan menarik pajak melalui raja dan bupati. Oleh karena itulah VOC selalu turut campur tentang masalah pergantian raja dan bupati. 

Sedangkan dalam melaksanakan tugas-tugas dari VOC, raja dan bupati selalu mendapat pengawasan oleh residen dan asisten residen. Dalam birokrasi seperti ini desa-desa serta rakyatnya menanggung beban paling berat atas tindakan-tindakan bupati dan rajanya

Kemunduran VOC

- Banyak korupsi
- Anggaran pegawai terlalu besar akibat semakin luasnya wilayah VOC
- Biaya perang untuk memadamkan perlawanan rakyat sangat besar
- Adanya persaingan dengan kongsi dagang bangsa lain, seperti kongsi dagang Portugis dan Inggris.
- Hutang VOC yang sangat besar
- Pemberian deviden kepada pemegang saham walaupun usahanya mengalami kemunduran
- Berkembangnya faham liberalisme, sehingga monopoli perdagangan VOC tidak sesuai lagi.
- Badan seperti VOC tidak dapat diharapkan dalam menghadapi Inggris, di Asia Tenggara. Inggris bermusuhan dengan Belanda sejak dikuasai Perancis tahun 1795.

Pada tahun 1795 dibentuklah panitia pembubaran VOC. Pada tahun itu pula hak-hak istimewa VOC (octroi) dihapus. VOC dibubarkan pada tanggal 31 Desember 1799 dengan saldo kerugian sebesar 134,7 juta gulden. Selanjutnya semua hutang dan kekayaan VOC diambil alih oleh pemerintah kerajaan Belanda

Agama Islam adalah agama yang paling banyak di anut serta diyakini oleh masyarakat di Indonesia, Bahkan Indonesia menjadi negara yang mayoritas penganut muslim terbanyak di dunia. Hal itu tidak lepas dari proses bagaimana awal masuk dan perkembangannya. 

Nah buat kamu yang pengen tau bagaimana Islam bisa masuk dan berkembang di Indonesia silahkan telusuri sejarahnya di dalam artikel dibawah ini semoga membantu 

A. Diawali masuknya Islam yang dibuktikan dari beberapa sumber menurut sejarah diantaranya :

1. Berita Cina dari Dinasti Tang

2. Berita Jepang dari tahun 749 M

3. Batu Nisan Fatimah Binti Maimun, di Leran (Gresik) berangka tahun 475 H (1082 M)

4. Berita Marcopolo dari Venesia, ltalia

5. Makam Sultan Malik Ash Shaleh yang meningal pada bulan Ramadhan tahun 676 H atau tahun 1297 M.

6. Berita dari MA - HUAN, 1416 M

7. Komplek Makam Tralaya, di Trowulan, Mojokerto, berangka tahun 1300-an s/d 1600-an


1. Berita Cina dari Dinasti Tang

Menyatakan bahwa orang-orang Ta Shih (orang-orang Islam dari Arab/Persia) yang mau menyerang kerajaan Ho Ling (Kalingga) pada masa pemerintahan Ratu Sima (674 M), membatalkan niatnya, karena kerajaan Holing masih sangat kuat

2. Berita Jepang dari tahun 749 M

Menjelaskan bahwa di Kanton terdapat kapal-kapal Po-sse Ta-Shih Kuo. Istilah Po-sse ditafsirkan sebagai orang Melayu, sedangkan Ta-Shih ditafsirkan sebagai orang Arab dan Persia. Bahkan banyak ahli menduga bahwa pada abad ke-7 dan 8 di Kanfu (Kanton) sudah ada perkampungan perkampungan muslim.

3. Batu Nisan Fatimah Binti Maimun, di Leran (Gresik) berangka tahun 475 H (1082 M)

Hal ini membuktikan bahwa pada masa Kerajaan Kadiri, sebelum berdirinya Singasari, agama Islam sudah masuk ke Pulau Jawa, walaupun belum menyebar luas di daerah Jawa Timur.

4. Berita Marcopolo dari Venesia, ltalia

Marcopolo mendapat tugas dan Kaisar Cina untuk mengantar putrinya yang dipersembahkan kepada Kaisar Romawi. Dalam perjalanan menuju Romawi,1292 dan perjalanan pulang kembali ke Cina,1297, ia singgah di Sumatera bagian Utara. la menuliskan bahwa wilayah itu sudah ada beberapa kerajaan Islam seperti : Lamuzi, Fansur, Barus, Perlis, Perlak, dan Samudra Pasai. 
Walaupun demikian masih banyak juga wilayah yang belum menganut agama Islam.

5. Makam Sultan Malik Ash Shaleh yang meningal pada bulan Ramadhan tahun 676 H atau tahun 1297 M.

Baik batu nisan Fatimah Binti Maimun maupun nisan Sultan Malik Ash Sholeh terbuat dari batu pualam dari Gujarat. Berdasarkan peninggalan tersebut, banyak ahli menyimpulkan bahwa agama Islam di Indonesia berasal dari Gujarat. Berdasarkan peninggalan ini juga dapat disimpulkan bahwa untuk pertama kalinya muncul seorang raja yang beragama Islam dengan gelar “sultan”.

6. Berita dari MA - HUAN, 1416 M

Ma - Huan adalah seorang penulis yang mengikuti pajalanan laksamana Cheng - Ho 1400-an, ia 
menuliskan bahwa sudah ada saudagar-saudagar Islam yang bertempat tinggal di pantai utara Jawa (Gresik).

7. Komplek Makam Tralaya, di Trowulan, Mojokerto, berangka tahun 1300-an s/d 1600-an

Hal ini membuktikan bahwa di lbukota Majapahit, Trowulan, pada masa puncak kejayaan Majapahit, sudah ada masyarakat Islam 

B. Beberapa metode penyebaran Islam sehingga dapat berkembang pesat

1. Melalui perdagangan
2. Melalui perkawinan
3. Melalui Pendidikan di Pondok Pesantren
4. Melalui Seni Budaya
5. Melalui ajaran Tasawuf

1. Melalui perdagangan

Pedagang-pedagang Islam dari Arab, Persia dan Gujarat singgah berbulan-bulan di Malaka dan di Indonesia. Mereka menunggu angin muson yang berubah arah setiap 6 bulan sekali. Selama menunggu terjadilah proses interaksi dengan masyarakat setempat, para bangsawan dan para raja. 
Kesempatan ini mereka pergunakan untuk menyebarkan lslam.

2. Melalui perkawinan

Ada pedagang Arab, Persia dan Gujarat tinggal lama di Indonesia bahkan menetap. 
Banyak diantara mereka yang menikah dengan wanita-wanita Indonesia. Dengan perkawinan terbentuklah ikatan kekerabatan besar beragama Islam yang merupakan awal terbentuknya masyarakat Islam. Maka sampai sekarang di beberapa kota di Indonesia ditemukan kampung Pekojan.Adapula pernikahan yang berlangsung pada golongan bangsawan. Misalnya : Raden Rakhmat menikah dengan Nyai Manila, Sunan Gunung Jati dengan Putri Kawungaten, Raja Brawijaya dengan Putri Ceumpa yang beragama Islam, kemudian berputra Raden Fatah, dan lain-lain.

3. Melalui Pendidikan di Pondok Pesantren

Di Pondok Pesantren para santri dari berbagai daerah mendapatkan pendidikan agama Islam. 
Setelah tamat mereka menyebarkan ajaran Islam. Hal ini mendorong munculnya pondok-pondok pesantren baru, misalnya : Pesantren Ampel Denta yang didirikan oleh Raden Rahmat mempunyai murid Sunan Giri, Sunan Drajat, Sunan Bonang dan Raden Fatah. Sunan Giri mempunyai murid Fatahillah dari Pasai, yang kelak di kenal sebagai Sunan Gunung Jati 

4. Melalui Seni Budaya

Seni Gamelan dan Wayang mengundang masyarakat untuk berkumpul, saat itulah dilakukan dakwah keagamaan. Seringkali ajaran Islam diselipkan dalam cerita-cerita wayang, seperti yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga. Pengaruh Islam juga berkembang melalui seni sastra, seni rupa, kaligrafi, seni ukir dan lain-lain 

5. Melalui ajaran Tasawuf

Tasawuf mengajarkan umat Islam agar selalu membersihkan jiwanya dan mendekatkan diri dengan Tuhannya. Kaum Sufi (penganut Tasawuf) hidup sederhana dan sering kali memiliki keahlian yang bersifat magis. Hal ini sesuai dengan keadaan masyarakat saat itu yang banyak dipengaruhi oleh ajaran dan budaya Hindu - Budha yang juga mengajarkan untuk memelihara kehidupan batiniah dan bersifat magis. Ahli-ahli tasawuf pada saat itu misalnya : Hamzah Fansuri, Nurrudin ar – Raniri di Sumatera, Sunan Panggung di Jawa, dan lain-lain 

Dalam perkembanganya Islam tidak hanya begitu saja dengan mmudah masuk serta diterima oleh masyarakat yang hampir semuanya memiliki kepercayaan Hindu-Budha. Terdapat peranan dari berbagai golongan yang membantu penyebarannya antara lain :

1. Golongan pembawa Islam : Golongan Pedagang, Golongan Mubaligh, Golongan Sufi, dan Para Wali. 

2. Golongan penerima Islam : Golongan Raja dan Bangsawan, Golongan masyarakat daerah pesisir, Para Wali dan Masyarakat pedalaman lewat para wali.

Yang paling berperan dalam menyebarkan Islam di pulau jawa adalah para wali yang diketahui ada 9 para wali diantaranya :

1. Maulana Malik lbrahim, 
2. Sunan Ampel, 
3. Sunan Bonang, 
4. Sunan Giri, 
5. Sunan Drajat, 
6. Sunan Kalijaga, 
7. Sunan Kudus, 
8. Sunan Muria
9. Sunan Gunung Jati

Dan beberapa penyebar Islam di luar pulau jawa :

1. Datuk Ri Bandang dan Datuk Sulaeman, pembawa dan penyebar Islam di daerah Sulawesi.

2. Datuk Ri Bandang dan Tuan Tunggang Ri Parangan, penyebar Islam ke Kalimantan Timur. Penghulu Demak, pembawa Islam ke daerah Banjar.

Dari semuanya itu Islam dengan mudah diterima oleh masyarakat karena memiliki hal-hal berikut diantaranya adalah :

1. Syarat masuk agama Islam sangat mudah, yaitu hanya mengucapkan dua kalimat syahadat, tidak perlu ada upacara khusus.
2. Upacara-upacara peribadatan dalam Islam sangat sederhana.
3. Ajaran Islam tidak mengenal Sistem Kasta.
4. Islam bersifat terbuka, penyebaran Islam dapat dilakukan oleh setiap orang Islam.
5. Penyebaran agama Islam di Indonesia disesuaikan dengan adat dan tradisi.
6. Ajaran Islam berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat dengan adanya kewajiban membayar zakat.
7. Keruntuhan kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu dan Budha, seperti Sriwijaya dan Majapahit memberikan kesempatan yang luas bagi perkembangan Islam.


Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu, 15 agustus 1945, Sekutu menugaskan Jepang untuk mempertahankan keadaan seperti adanya (status quo). Di lain pihak bangsa Indonesia sedang sibuk melakukan upaya-upaya perebutan kedaulatan dari tangan Jepang. Karena pihak Jepang enggan menyerahkan senjatanya, maka terjadilah pertempuran dahsyat di berbagai daerah. Proses perebutan kekuasaan ini berlangsung dari bulan Agustus sampai dengan bulan Oktober.

1. Tentara SEAC - SPWC

Setelah menang dalam Perang Dunia II, Pasukan Sekutu yang mendapat tugas masuk ke Indonesia adalah Tentara Kerajaan Inggris. Pasukan tersebut dibagi dua, yaitu : SEAC (South East Asia Command) dibawah pimpinan Laksamana Lord Louis Mounbatten untuk wilayah Indonesia Bagian Barat. Pasukan SWPC (South West Pasific Command) untuk wilayah Indonesia bagian timur

2. Tentara AFNEI

Kemudian, Mountbatten membentuk AFNEI (Allied Forces for Netherlands East Indies) dipimpin oleh Letnan Jenderal Philip Christison. Adapun tugas AFNEI di Indonesia adalah :

1. menerima penyerahan dari tangan Jepang;
2. membebaskan para tawanan perang dan interniran Sekutu;
3. melucuti dan mengumpulkan orang Jepang untuk kemudian dipulangkan;
4. menegakkan dan mempertahankan keadaan damai untuk kemudian diserahkan kepada pemerintahan sipil;
5. menghimpun keterangan tentang penjahat perang dan menuntut mereka di depan pengadilan.

- Kelompok Penghubung

Kedatangan AFNEI didahului oleh beberapa kelompok penghubung, kelompok pertama tiba di Jakarta, 8 September 1945. Kelompok itu dipimpin oleh Mayor Greenhalg yang mendarat dengan terjun payung di lapangan udara Kemayoran, 14 September 1945. Tanggal 29 September 1945 kapal penjelajah Cumberland yang membawa Laksamana Patterson berlabuh di Tanjung Priok dan disusul oleh fregat Belanda Tromp.

- Pasukan Sekutu Dan NICA

Pada mulanya kedatangan pasukan Sekutu disambut dengan sikap netral oleh pihak Indonesia. Setelah diketahui sekutu membawa NICA (Netherland Indies Civil Administration) sikap masyarakat berubah menjadi curiga. Para pemuda memberikan sambutan tembakan selamat datang. Peristiwa ini merupakan awal ketegangan di Jakarta. Situasi keamanan dengan cepat berubah menjadi buruk, sejak NICA mempersenjatai kembali tentara KNIL yang baru dilepaskan dari tawanan Jepang.

- Kontak Tentara Sekutu Dan Republik Indonesia

Melihat kondisi yang kurang menguntungkan, Panglima AFNEI menyatakan pengakuan secara de facto atas RI, 1 Oktober 1945. Maka pasukan AFNEI diterima oleh pejabat RI di daerah, untuk membantu tugas AFNEI. Namun di daerah yang didatangi Sekutu selalu terjadi insiden dengan pihak RI. Sebab Sekutu tidak menghormati kedaulatan RI, Sebaliknya pihak Sekutu menuduh pemerintah RI tidak mampu menegakkan keamanan dan terorisme merajarela. 

Pihak Belanda memanfaatkan situasi ini dengan memberikan dukungan kepada pihak Sekutu. Panglima Angkatan Perang Belanda, Laksamana Helfrich memerintahkan pasukannya untuk membantu pasukan Sekutu.

1. Archaeikum atau Azoikum 

2. Paleozoikum

3. Mesozoikum 

4. Neozoikum atau Kainozoikum 

A. Zaman Tersier

B. Zaman Kwarter

1. Archaeikum atau Azoikum

Berlangsung kurang lebih 2500 juta tahun. Kulit bumi masih sangat panas, karena masih dalam proses pembentukan. Oleh karena itu pada zaman ini belum ada tanda-tanda kehidupan.

2. Paleozoikum (Zaman Kehidupan Tua)

Berlangsung kurang lebih 340 juta tahun. Bumi masih belum stabil, iklim berubah-ubah dan curah hujan sangat besar. Mulai ada tanda-tanda kehidupan, ditandai dengan munculnya makhluk bersel satu (mikroorganisme), hewan-hewan kecil yang tidak bertulang punggung, jenis-jenis ikan, amphibi dan reptil. Ada pula jenis-jenis tumbuhan ganggang dan rerumputan. Zaman ini juga disebut zaman primer (zaman pertama).

3. Mesozoikum (Zaman Kehidupan Pertengahan)

Berlangsung kurang lebih 140 juta tahun. Iklim semakin membaik. Namun suhu masih berubah-ubah, kadang tinggi sekali, tetapi ada kalanya rendah sekali. Pada zaman ini beberapa jenis amphibi tumbuh menjadi besar sekali. Reptil mencapai bentuk yang sangat besar seperti Dinosaurus, 12 meter, Tyranosaurus, 30 meter, dan Brontosaurus yang besarnya sepuluh kali gajah. Ada pula reptil yang memiliki sayap dan mampu terbang, seperti Pteranodon. Disebut juga zaman Reptil. Juga dinamakan zaman sekunder (zaman kedua). 

4. Neozoikum (Zaman Kehidupan Baru)

Berlangsung kurang lebih 60 juta tahun yang lalu sampai sekarang. Zaman neozoikum ini dibagi atas dua zaman yaitu :

A. Zaman Tersier (Zaman ketiga)

Pada zaman tersier ini binatang-binatang menyusui (mamalia) berkembang pesat. Makhluk primata (binatang menyusui sejenis kera) mulai nampak. Sekitar 10 juta tahun yang lalu, hidup hewan yang lebih besar dari pada gorilla, yaitu : Giganthropus ditemukan di bukit Siwalik di kaki Himalaya.
Juga ditemukan Australopithecus di Afrika Selatan dan Afrika Timur

B. Zaman Kwarter (Zaman ke empat)

Zaman ini yang berlangsung sekitar 600.000 tahun yang lalu. Zaman ini dibagi menjadi 2 kala yaitu : 

a. Kala Plestosen (Diluvium)

Kala Plestosen berlangsung sekitar 600.000 tahun yang lalu. 
Kala Plestosen penting karena pada masa ini mulai muncul kehidupan manusia purba. 
Keadaan alam kala ini masih liar dan labil, sebab ada 2 zaman yang datang silih berganti yaitu : zaman Glasial dan zaman Interglasial.

- Zaman Glasial

zaman meluasnya lapisan es di kutub utara, sehingga Eropa, Amerika dan Asia bagian Utara tertutup es. Daerah yang jauh dari kutub terjadi hujan lebat bertahun-tahun. Permukaan air laut turun disertai dengan naiknya dasar laut karena adanya pergeseran bumi dan kerja gunung-gunung berapi. Sehingga banyak lautan, menjadi kering. Sumatera, Jawa, Kalimantan bergabung menjadi satu dengan Asia Daratan. Kalimantan Utara bergabung dengan Filipina dan Formosa (Taiwan) terus ke benua Asia. Sulawesi juga bergabung ke Filipina. Antara Jawa Timur dan Sulawesi Selatan berhubungan melalui Nusatenggara. 

- Zaman Interglasial

zaman diantara dua zaman es. Temperatur naik sehingga lapisan es di kutub utara mencair. Maka terjadilah banjir besar dimana-mana. Permukaan air laut naik, sehingga banyak daratan terpisah-pisah oleh lautan dan selat.

Pada kala Plestosen ini, hanya hewan-hewan yang berbulu tebal yang mampu bertahan hidup, diantaranya Mammouth Hewan yang berbulu tipis pindah ke daerah tropis. Perpindahan binatang dari Asia Daratan ke Jawa, Sulawesi dan Filipina ada yang melalui dua jalur :

Jalan Barat, yaitu : melalui Malaysia ke Jawa
Jalan Timur, yaitu : melalui Formosa, Filipina ke Kalimantan, Jawa dan Sulawesi.

Garis Wallace adalah garis antara selat Makasar dan Lombok yang merupakan batas antara dua jalan penyebaran binatang tersebut

b. Kala Holosen (Alluvium)

Pada awal kala Holosen, sebagian besar es di kutub sudah lenyap. Sehingga permukaan air laut naik lagi. Tanah-tanah rendah di daerah Sunda Plat dan Sahul Plat tergenang air dan menjadi laut transgresi. Maka muncullah pulau-pulau di nusantara. Manusia purba lenyap dan muncullah manusia yang cerdas (Homo Sapiens) seperti manusia sekarang. 

Kedatangan Jepang ke Indonesia disambut dengan senang hati oleh rakyat indonesia dan jepang di elu-elukan oleh masyarakat sebagai soudara tua karena telah membebaskan indonesia dari belenggu kolonialis belanda selama berabad-abad lamanya. Bukan hanya itu setelah meduduki Indonesia Jepang membentuk beberapa organisasi untuk memperkuat pertahanannya dan melindungi wilayah jajahannnya dari bangsa eropa atau sekutu diantaranya :

Bidang Politik

1. MIAI (Majelis Islam A’la Indonesia)

Jepang tetap mengijinkan berdirinya organisasi MIAI (Majelis Islam A’la Indonesia) yang didirikan oleh K.H. Mas Mansur dan kawan- kawan di Surabaya pada tahun 1937 pada jaman pemerintahan Hindia Belanda. Organisasi ini diijinkan tetap berdiri dengan permintaan agar umat Islam tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat politik.

Gerakan Tiga A

Nama gerakan ini dijabarkan dari semboyan Jepang pada waktu itu :

”Nippon cahaya Asia, Nipponpelindung Asia, Nippon pemimpin Asia”.

Gerakan Tiga A ini dipimpin oleh Mr. Samsuddin, seorang tokoh ParindraJawa Barat.

Gerakan Tiga A tidak efektif sehingga pada bulan Desember 1942 dibubarkan.


2. PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat)

Untuk mempropagandakan politik Hakko Ichiu, Jepang membentuk Gerakan 3A (GerakanTiga A) yang dipimpin Mr. Syamsudin. Organisasi ini dibubarkan karena tidak mendapat simpati rakyat dan kemudian dibentuklah PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat) pada tanggal 1 Maret 1943. Pemimpin PUTERA yang dikenal dengan Empat Serangkai adalah Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantoro, dan K.H. Mas Mansyur.

Tujuan Jepang membentuk PUTERA adalah agar kaum nasionalis dan intelektual menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk kepentingan Jepang. Namun oleh para pemimpin Indonesia, PUTERA justru dimanfaatkan untuk membela rakyat dari kekejaman Jepang serta untuk menggembleng mental dan semangat nasionalisme, cinta tanah air , anti kolonialisme dan imperialisme. Dengan demikian PUTERA ini ibarat tombak bermata dua.

Organisasi PUTERA mendapat sambutan di kalangan rakyat dan melalui organisasi ini mental bangsa Indonesia disiapkan untuk menuju bangsa yang merdeka. Jepang memandang bahwa PUTERA lebih bermanfaat bagi bangsa Indonesia maka pada bulan April 1944, PUTERA oleh Jepang dibubarkan.

3. Barisan Pelopor (Syuisyintai)

Setelah PUTERA dibubarkan maka dibentuklah Jawa Hokokai (Perhimpunan Kebaktian Rakyat Jawa). Salah satu bagian Jawa Hokokai adalah Syuisyintai (Barisan Pelopor) yang dipimpin Ir. Soekarno dengan pemimpin Harian atau Kepala Sekretariatnya adalah Sudiro. Beberapa tokoh nasionalis lainnya sebagai anggota pengurus antara lain Chaerul Saleh, Asmara Hadi, Sukardjo Wiryopranoto, Oto Iskandardinata dan lain-lain.

Organisasi ini dimanfaatkan oleh para nasionalis sebagai penyalur aspirasi nasionalisme dan memperkuat pertahanan pemuda melalui pidato-pidatonya.

4. Chuo Sangi In (Badan Penasihat Pusat)

Badan ini dibentuk pada tanggal 5 September 1943 atas anjuran Jenderal Hideki Tojo (Perdana Menteri Jepang). Ketuanya Ir. Soekarno, anggotanya berjumlah 23 orang Jepang dan 20 orang Indonesia. Tugas badan ini adalah memberi nasihat atau pertimbangan kepada Seiko Shikikan (penguasa tertinggi militer Jepang di Indonesia).

Oleh para pemimpin Indonesia melalui Chuo Sangi In dimanfaatkan untuk menggembleng kedisiplinan. Salah satu saran Chuo Sangi In kepada Seiko Shikikan adalah agar dibentuknya Barisan Pelopor untuk mempersatukan seluruh penduduk agar secara bersama menggiatkan usaha mencapai kemenangan.

Bidang Ekonomi

1. Romusha

Romusha adalah pahlawan pekerja yang dihormati atau prajurit ekonomi. Mereka digambarkan sebagai orang yang sedang menunaikan tugas sucinya untuk memenangkan Perang Asia Timur Raya. Cara yang ditempuh untuk pengerahan tenaga Romusha ini dengan bujukan, tetapi apabila tidak berhasil dengan cara paksa. Sedangkan panitia pengerah Romusha disebut Romukyokai. Di samping rakyat, bagi para pamong praja dan pegawai rendahan juga melakukan kerja bakti sukarela yang disebut Kinrohoshi.

2. Tonarigumi

Untuk mengawasi penduduk atas terlaksananya gerakan-gerakan Jepang maka dibentuklah tonarigumi (rukun tetangga) sampai ke pelosok pelosok pedesaan. Dengan demikian sumber daya manusia rakyat Indonesia khususnya di Jawa dimanfaatkan secara kejam untuk kepentingan Jepang. Akibat dari tekanan politik, ekonomi, sosial maupun kultural ini menjadikan mental bangsa Indonesia mengalami ketakutan dan kecemasan.

Bidang Semi Militer

1. Seinendan (Barisan Pemuda)

Seinendan merupakan organisasi semi militer yang dibentuk secara resmi tanggal 29 April 1943. Anggotanya terdiri atas pemuda usia 14-22 tahun. Mereka dilatih militer untuk mempertahankan diri maupun penyerangan. Tujuan pembentukan Seinendan yang sebenarnya adalah agar Jepang memperoleh tenaga cadangan untuk memperkuat pasukannya dalam Perang Asia Pasifik.

2. Keibodan (Barisan Pembantu Polisi)

Keibodan merupakan organisasi semi militer yang dibentuk pada tanggal 29 April 1943. Anggotanya terdiri atas para pemuda usia 23 – 25 tahun. Tugas Keibodan adalah sebagai pembantu polisi dalam yang bertugas antara lain menjaga lalu lintas, pengamanan desa, sebagai mata-mata, dan lain-lain. Jadi keibodan ini selain untuk memperkuat kewaspadaan dan disiplin masyarakat juga untuk politik pecah belah.

Keibodan mendapat pengawasan ketat dari tentara Jepang karena untuk menghindari pengaruh dari kaum nasionalis dalam badan ini. Di seluruh pelosok tanah air sudah dibentuk Keibodan walaupun namanya berbeda, antara lain di Sumatera disebut Bogodan sedangkan di Kalimantan disebut Borneo Konen Hokukudan.

3. Fujinkai (Barisan Wanita)

Fujinkai dibentuk pada bulan Agustus 1943. Anggotanya terdiri atas wanita yang berumur 15 tahun ke atas. Tugas Fujinkai adalah ikut memperkuat pertahanan dengan cara mengumpulkan dana wajib berupa perhiasan, hewan ternak, dan bahan makanan untuk kepentingan perang.

4. Jawa Hokokai (Perhimpunan Kebaktian Rakyat Jawa)

Jawa Hokokai diresmikan pada tanggal 1 Maret 1944. Jawa Hokokai merupakan organisasi resmi pemerintah dan langsung di bawah pengawasan pejabat Jepang. Pimpinan tertinggi dipegang oleh Guneseikan (Kepala / pemerintahan militer yang dijabat kepala staf tentara).

Keanggotaan Jawa Hokokai adalah para pemuda yang berusia minimal 14 tahun. Tugas Jawa Hokokai adalah menggerakkan rakyat guna mengumpulkan pajak, upeti, dan hasil pertanian rakyat. Syuisyintai (Barisan Pelopor) Syuisyintai diresmikan pada tanggal 25 September 1944. Syuisyintai ini dipimpin oleh Ir. Soekarno yang dibantu oleh Oto Iskandardinata, R.P. Suroso, dan Dr.Buntaran Martoatmojo. Barisan pelopor memiliki kekuatan satu batalyon di tiap kota atau kabupaten, menyiapkan pemuda-pemuda dewasa untuk gerakan perlawanan rakyat. Latihan-latihannya ditekankan pada semangat kemiliteran.

Bidang Semi Militer

1. Heiho (Pembantu Prajurit Jepang)

Heiho merupakan organisasi militer resmi yang dibentuk pada bulan April 1945. Anggotanya adalah para pemuda yang berusia 18 – 25 tahun. Heiho merupakan barisan pembantu kesatuan angkatan perang dan dimasukkan sebagai bagian dari ketentaraan Jepang. Heiho dijadikan sebagai tenaga kasar yang dibutuhkan dalam peperangan misalnya memindahkan senjata dan peluru dari gudang ke atas truk, serta pemeliharaan senjata lain-lain. Sampai berakhirnya masa pendudukan Jepang jumlah anggota Heiho mencapai 42.000 orang. Prajurit Heiho juga dikirim ke luar negeri untuk menghadapi pasukan Sekutu antara lain ke Malaya (Malaysia), Birma (Myanmar), dan Kepulauan Salomon.

2. PETA (Pembela Tanah Air)

PETA dibentuk pada tanggal 3 Oktober 1944 atas usul Gotot Mangkupraja kepada Letjend. Kumakici Harada (Panglima Tentara ke-16). PETA di Sumatera dikenal dengan Gyugun. Pembentukan PETA ini berbeda dengan organisasi lain bentukan Jepang. Anggota PETA terdiri atas orang Indonesia yang mendapat pendidikan militer Jepang.

PETA bertugas mempertahankan tanah air Indonesia. PETA merupakan tentara garis kedua. Di Jawa dibentuk 50 batalion PETA. Jabatan komando batalion dipegang oleh orang Indonesia tetapi setiap komandan ada pelatih dan penasihat Jepang. Tokoh-tokoh PETA yang terkenal antara lain Supriyadi, Jenderal Sudirman, Jenderal Gatot Subroto, dan Jenderal Ahmad Yani